Berbagai jenis warna dalam makanan ternyata memiliki banyak khasiat yang
dapat melindungi manusia dari berbagai jenis penyakit. Warna pada
makanan tidak sekedar membuat tampilannya jadi lebih hidup.
Pernahkah
terbesit dalam pikiran, mengapa apel berwarna merah, jeruk berwarna
oranye, bayam berwarna hijau, anggur berwarna ungu, susu berwarna putih,
atau cumi berwarna hitam? Warna-warna tersebut rupanya memberikan
manfaat bagi tubuh.
Berbagai macam warna pada makanan itu berasal dari senyawa alamiah (pigmen) yang merupakan senyawa fitokimia.
Suatu
bahan pangan sebenarnya terdiri dari berbagai jenis pigmen, namun warna
yang akhirnya muncul adalah warna pigmen yang paling dominan diantara
yang lainnya.
Sebuah warna dihasilkan karena adanya kemampuan
ikatan kimia suatu pigmen untuk menyeleksi gelombang cahaya yang diserap
dan dipantulkan.
Sebagai contoh, warna merah yang pada buah apel
adalah warna yang dipantulkan oleh pigmen tersebut, sedangkan
warna-warna lainnya hanya diserap saja, tidak dipantulkan.
Bambang
Nurhadi, STP Msc, dosen dan ahli Teknologi Pangan di Fakultas Teknologi
Industri Pertanian Universitas Padjadjaran mengatakan selain sebagai
pemanis tampilan, warna dalam makanan juga memiliki efek fungsional bagi
tubuh.
"Warna yang berasal dari pigmen pada makanan umumnya
memang membawa efek kesehatan bagi tubuh dan bersifat sebagai
antioksidan. Bahkan pigmen antosianin yang tergolong pigmen tidak
bernutrisi pun masih memiliki sifat antioksidan yang berguna dalam
menangkal radikal bebas dalam tubuh," ujarnya.
Bambang pun menjelaskan bahwa pigmen terbagi menjadi dua jenis, yaitu yang bernutrisi dan tidak bernutrisi.
Pigmen
yang bernutrisi artinya ia menyumbangkan zat yang dapat menyehatkan
tubuh, seperti beta-karoten yang merupakan provitamin A dan akan diubah
menjadi vitamin A dalam tubuh.
Sedangkan vitamin yang tidak
bernutrisi artinya ia tidak menyumbang zat (vitamin), tetapi ia memiliki
gugus polifenol yang bersifat sebagai antioksidan, contohnya pigmen
antosianin. Namun kedua jenis pigmen tersebut sama-sama bermanfaat.
Bagaimana
sebuah warna dapat memberikan khasiat bahkan menyembuhkan penyakit pada
tubuh kita? Orang-orang Mediterania misalnya percaya bahwa buah tomat
dapat mengobati penyakit jantung.
Kepercayaan mereka ternyata
memang beralasan, pasalnya buah tomat mengandung pigmen berwarna merah
(likopen) yang merupakan senyawa yang dapat memberikan efek antioksidan
yang dapat mencegah oksidasi kolesterol buruk 'LDL'.
Sebuah penelitian yang dilansir dari health24
pun menyebutkan bahwa seseorang yang melakukan diet mediterania dengan
mengonsumsi tomat sebanyak 1 kg (mengandung 60 mg likopen) setiap
harinya selama 3 bulan, mengalami penurunan kolesterol LDL dalam darah
sebanyak 14%.
Selain itu, likopen juga berfungsi sebagai zat
antikanker, mengendalikan kadar gula darah dan juga diketahui dapat
meningkatkan aktivitas sperma.
Likopen dapat ditemukan juga pada
apel, pepaya, strawberry, semangka, bayam merah, paprika, daging kerang,
ikan salmon, lobster, dan lainnya.
Pigmen-pigmen pembentuk warna lainnya pun tak mau kalah menyumbangkan khasiatnya, diantaranya:
Warna Jingga
Pigmen
pembentuknya adalah karoten. Beta-karoten merupakan pigmen yang paling
umum dan penting bagi tubuh karena merupakan provitamin A yang dalam
tubuh akan diubah menjadi vitamin A.
Beta-karoten sangat baik
untuk kesehatan mata, sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal
bebas (anti kanker), antinyeri/peradangan. Karoten banyak terdapat pada
wortel, mangga, jeruk, labu kuning, ubi merah, kangkung, bayam, dll.
Warna Kuning
Pigmen
pembentuknya adalah xanthophyll. Berfungsi mengurangi risiko kanker,
tumor, mencegah kerusakan DNA, mencegah osteoporosis dan juga menjaga
kesehatan mata. Xanthopyll banyak terdapat pada jeruk, nanas, melon,
pir, timun suri, jagung, telur, kunyit, dll.
Warna Hijau
Pigmen
pembentuknya adalah klorofil. Klorofil dan hemoglobin memiliki struktur
yang sama, sehingga sering disebut 'darah hijau' yang berfungi
mentransportasikan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Berfungsi
pula sebagai zat antibakteri, antikanker. Klorofil banyak terdapat pada
alpukat, kiwi, anggur hijau, asparagus, bayam, brokoli, daun singkong,
kacang polong, paprika hijau, sawi, dll.
Warna Ungu
Pigmen
pembentuknya adalah antosianin. Berfungsi mengobati kanker (payudara,
prostat, kulit, pankreas, usus besar), diabetes mellitus, anti
peradangan, antibakteri, dan kesehatan mata. Antosianin banyak terdapat
pada anggur ungu, plum, manggis, terong ungu, kol ungu, dll.
Warna Putih
Tidak
memiliki pigmen yang memantulkan warna tertentu sehingga semua warna
yang masuk ke dalam bahan tersebut dipantulkan semua sehingga
terlihatlah warna putih. Berfungsi meningkatkan imunitas tubuh dan
menyehatkan saluran pencernaan.
Buah-buahan yang berwarna putih
seperti leci, rambutan dan kengkeng kaya akan vitamin C, bahkan lebih
tinggi daripada jeruk. Pangan lainnya yang berwarna putih yaitu susu,
sawi putih, tauge, bawang putih, bawang bombay, dll
Warna Hitam
Makanan
yang berwarna hitam memang tidak terlalu banyak dijumpai. Cumi-cumi dan
cincau hitam merupakan salah satunya. Cumi-cumi mengandung protein yang
tinggi, mineral dan asam-asam amino esensial. Tinta cumi pun diiketahui
dapat mengaktifkan sel-sel darah putih untuk memerangi kanker.
Sedangkan cincau hitam merupakan sumber serat pangan, karbohidrat dan
dipercaya dapat mengobati demam, sakit perut, mual, diare dan
hipertensi.
Selain karena pigmen yang terkandung dalam makan itu
sendiri, warna juga sebenarnya dipengaruhi oleh karakteristik permukaan
dan lingkungan. "Coba saja bandingkan warna pada apel yang kusam dengan
apel yang sudah digosok, pasti warnanya berbeda," ujar dosen yang
menyelesaikan studi S2-nya di Universitas of New South Wales, Australia
tersebut.
"Warna juga berfungsi dalam proses-proses fisiologis
pada hewan dan tumbuhan, seperti untuk menarik binatang (lawan jenis),
mempertahankan diri (pada bunglon), proses penyerbukan, dan yang paling
penting yaitu merupakan sumber awal dari sebuah makanan itu sendiri
(klorofil untuk proses fotosintesis)," ujar Bambang.
Setiap warna
alami yang terdapat pada makanan memiliki fungsinya masing-masing. Oleh
karena itu mengonsumsi makanan yang berwarna-warni sangat dianjurkan
karena dapat mencegah bahkan mengobati kita dari berbagai penyakit.
Bambang pun menyarankan agar kita memvariasikan konsumsi sayuran atau
makanan yang berwarna dan menyesuaikannya dengan selera serta kemampuan
ekonomi yang dimiliki.
Satu pesan dari Bambang yang disampaikan
yaitu, "Pilihlah buah-buahan atau sayuran sesuai dengan warna pada
umumnya, maksudnya jika warna wortel itu adalah oranye, maka jangan
mengonsumsi yang warnanya menyimpang".
Begitu banyak khasiat yang
ditawarkan alam lewat bahan pangan, namun semuanya tergantung lagi pada
pilihan hidup. Mau hidup sehat atau tidak?